Warga Cerme Gresik Resah, Banyak Truk Besar Melintas di Jam - jam Sibuk, Anak Sekolah Terganggu


Wali murid dan pengguna jalan Raya Cerme mengeluhkan masih adanya truk yang beroperasi sebelum jam 8.00 WIB. Padahal papan pengumuman dari Pemkab Gresik terpampang besar di tepi jalan.

Wali murid dan pengguna jalan mengeluhkan adanya kendaraan besar khususnya truk galian C ini karena membahayakan pengguna jalan dan membuat kemacetan pada pagi hari dan sore hari. Pagi hari karena berbarengan dengan anak sekolah dan orang bekerja, sehingga mengakibatkan kemacetan.

Selain itu, kendaraan truk yang melintas di jalan raya di wilayah Kota Gresik juga mengancam keselamatan siswa, wali murid dan para pekerja, sebab rawan kecelakaan yang mengakibatkan meninggal dunia karena terlindas dump truk.

Dari bahaya yang mengancam pengendara motor di pagi hari dan sore hari itu, wali murid meminta agar peraturan yang sudah dibuat oleh Bupati Gresik bersama pengusaha galian C untuk ditegakkan kembali.

"Kalau pagi hari itu sudah ada dump truk yang melintas, padahal papan pengumuman melarang truk melintas sebelum jam delapan," kata Samudra, warga Desa Kedanyang, Kecamatan Kebomas yang setiap hari mengantar dan menjemput anaknya ke SMA Negeri Cerme, Minggu (7/10/2018).

Menurut Samudra, menambahkan bahwa dalam papan pengumuman tersebut bertuliskan truk galian C dan Batu bara dilarang melintas mulai pukul 05.00 WIB sampai pukul 08.00 WIB. Kemudian pada sore hari mulai pukul 15.00 WIB sampai pukul 18.00 WIB.

Keluhan lainnya juga disampaikan Sutikno, warga Cerme Lor, Kecamatan Cerme, mengatakan bahwa setiap sore hari pulang kerja pukul 16.00 WIB masih menjumpai truk galian C dan batu bara melintas di jalan raya. Sehingga sering mengakibatkan kemacetan panjang diperlintasan rel kereta api.

Padahal papan pengumuman larangan melintas sudah dipasang di tepi jalan raya dengan besar. "Kenapa petugas kepolisian dan dishub tidak menindak pelanggar tersebut. Padahal yang dirugikan masyarakat kecil," kata Sutikno.

Sementara Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Gresik Nanang Setiawan mengatakan bahwa Dishub tidak punya kewenangan untuk menindak atau menilang. Sebab, yang punya kewenangan untuk menilang adalah Polisi.

"Walaupun itu dilakukan operasi bersama, tetap yang punya kewenangan untuk menindak ya Polres," kata Nanang.

Selama ini, tugas dari Dishub hanya menyiapkan sarana prasarana lalu lintas. "Sebenarnya Dishub hanya menyiapkan sarana prasarana rambu marka dan lainnya," imbuhnya. (ugy/Sugiyono).

Sumber : surya.co.id dengan judul Warga Cerme Gresik Resah, Banyak Truk Besar Melintas di Jam - jam Sibuk, Anak Sekolah Terganggu, http://surabaya.tribunnews.com/2018/10/07/warga-cerme-gresik-resah-banyak-truk-besar-melintas-di-jam-jam-sibuk-anak-sekolah-terganggu.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel